Minggu, 28 Juni 2015

Pertolongan Pertama Bila Bayi Kejang Saat Demam (step)

Febrile Convulsions atau lebih dikenal oleh masyarakat luas yaitu step merupakan kondisi yang terjadi pada anak yang mengalami peningkatan suhu tubuh tingggi atau demam disertai tanpa adanya infeksi pada saraf pusat maupun adanya kelainan saraf lainnya. Sebagai orang tua sebaiknya dapat membedakan kejang demam dengan kejang pada penderita epilepsi, dikarenakan kejang pada anak penderita epilepsi tidak disertai dengan demam. Kejang demam sering kali dialami

 
oleh anak-anak di usia 6 bulan hingga usia 5 tahun, bahkan sepertiga dari anak yang mengalami kejang demam dapat terjadi berulang lebih dari satu kali. Adapun faktor yang menyebabkan kejang demam berulang diantaranya adalah usia ketika pertama kali terserang demam yaitu kurang dari 15 bulan, sering kali mengalami demam pada anak dan juga memiliki riwayat keluarga yang sering mengalami kejang demam. Adapun gejala yang dapat dikenali pada bayi yang menderita kejang demam yaitu tubuh bayi akan tersentak disertai dengan kaku, kemudian perubahan terjadi pada bola mata bayi yang memutar bahkan dalam kondisi yang parah bayi anda seakan tidak bernafas, dikarenakan nafasnya yang terganggu, mengeluarkan air liur disertai dengan muntah. Meskipun terjadi hanya beberapa detik, jarang sekali berlangsung lama akan tetapi tetap saja membuat ibu khawatir. Sebaiknya anda segera memberikan pertolongan pertama pada anak anda yang mengalami kejang demam, dikarenakan apabila pertolongan terlambat akan memicu penyakit serius seperti kerusakan otak pada anak.

Berikut adalah beberapa langkah pertolongan pertama yang dapat dilakukan oleh anda ketika bayi anda kejang saat demam :

  1. Anda dapat memindahkan bayi anda ke tempat yang aman seperti kasur atau lantai, jauhkan dengan benda-benda yang dapat membahayakan anak anda, termasuk benda keras dan benda tajam.
  2. Ketika bayi anda muntah, segera miringkan posisi kepala nya ke bagian sisi kanan atau kiri sehingga muntahan dapat mudah mengalir dari mulut bayi, hal ini juga dapat membantu bayi agar tidak tersedak.
  3. Ketika bayi anda kejang, sebaiknya anda menghindari pakaian yang ketat dikarenakan akan membuatnya kesulitan untuk bernafas.
  4. Setelah anak anda benar-benar sadar, anda dapat menurunkan suhu tubuhnya dengan cara mengompres menggunakan air hangat
  5. Jangan memasukan benda benda seperti sendok ke dalam mulut bayi anda dikarenakan akan memicu tersedak dan terganggunya pernafasan
  6. Sebaiknya anda jangan menahan atau menggendong selama bayi anda sedang kejang karena akan memicu terjadinya kondisi yang buruk pada anak anda.
  7. Setelah anak anda diberikan pertolongan pertama, bukan berarti tidak memberikannya penanganan medis, bagaimanapun anak anda sangat membutuhkan beberapa obat-obatan sesuai dengan resep dokter, oleh karena itu bawa segera anak anda ke dokter untuk mendapatkan penanganan medis.
Dengan demikian untuk anda sebagai orang tua, kejang demam bukan berarti anak anda menderita epilepsi. Dikarenakan pada kondisi anak yang menderita epilepsi kejang terjadi lebih lama, dapat mencapai 15 menit dan tidak disertai dengan demam. Berikan pertolongan yang tepat pada bayi yang mengalami kejang demam. Kejang demam dapat terjadi pada anak apabila suhu tubuh berubah secara ekstrim, bahkan beberapa kejang dapat terjadi tanpa tidak terduga. Segera bawa ke dokter atau rumah sakit untuk mendapatkan obat yang tepat sesuai dengan usia anak anda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar